Header Ads

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR. JOKOWI: NKRI DAN PAUGERAN KASULTANAN MATARAM ISLAM JOGJA HARGA MATI



PRESS RELEASE:
SARASEHAN KE- 32, MASJID GEDHE KASULTANAN JOGJAKARTA,
15 SEPTEMBER 2017



Assalamu’alaikum wr.wb.

Mengingat dan memperhatikan fakta yang menunjukkan bahwa semangat rakyat kebanyakan di wilayah Jogjakarta membela NKRI Harga Mati dan membela Paugeran Adat Harga Mati ditandai adanya Audiensi Rakyat ke DPRD, tanggal 23 Agustus 2017 yang menghasilkan kesepahaman dengan DPRD DIY,  bahwa :
1.      1. DPRD DIY hanya mengenal Sultan Hamengku Buwono dan tidak ada nama lain baik di dalam maupun di luar Kraton Yogyakarta yang berhak menjadi Gubernur DIY.
2.      2. Dokumen Sultan Bertahta Hamengku Bawono dari Kawedanan Hageng Panitrapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bertanggal 17 Juli 2017  membatalkan dokumen Pencalonan Gubernur yang disampaikan oleh GKR Condrokirono selaku Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang diterima oleh Panitia Khusus Bahan Acara DPRD DIY Nomor 22 tahun 2017 yang tertera dalam Laporan Pansus Bahan Acara No 22 Tahun 2017 Tentang Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan 2017-2022,  melalui keputusan sidang pengadilan.

Oleh karena itu pada hari ini 15 September 2017, kami mengadakan SARASEHAN SAFAR JUMAT MASJID PATHOK NEGARA DAN MASJID KAGUNGAN DALEM KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, dengan pertimbangan sebagai berikut:
1.       1. Kami menyadari sepenuhnya bahwa masalah Suksesi Sultan dan Paugeran Adat Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat  adalah hasil dari musyawarah mufakat internal Kraton.
2.      2. Perlunya kodifikasi Paugeran Adat Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat oleh musyawarah internal kraton sehingga tidak menimbulkan multi tafsir bagi semua pihak di luar kraton.
3.      3. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Yudisial Review UUK 13/2012 hal bolehnya pria atau wanita sebagai gubernur di wilayah RI.
4.      4. Surat Taushiyah MUI-DIY Nomor B-395/MUI-DIY/V/2015 tertanggal 9 Mei 2015 berisi peringatan agar  Sultan bertahta tetap melestarikan pesan UUK 13/2012 secara murni dan konsekuen.
5.      5. Semangat Sultan Hamengku Buwono IX  tentang Tahta Untuk Rakyat dan Kedaulatan D.I. Yogyakarta di tangan rakyat.
6.      6. Rakyat beserta alim-ulama, abdi dalem, paguyuban padukuhan, dan lurah telah mendirikan Paguyuban Penegak Paugeran Adat Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat, di Masjid al-Wustha, Srandakan Bantul, Jumat 8 September  2017.
7.      7. Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat adalah cagar budaya bangsa yang diakui turun temurun dan  sudah ditetapkan dengan UUK 13/2012 Pasal 1 ayat 4 dan menjadi asset internasional, yang harus dilestarikan oleh masyarakat internasional terutama oleh internal Kraton dan rakyat D.I. Yogyakarta.

Dengan semangat Tahta Untuk Rakyat, maka Sarasehan ini memutuskan untuk memberikan taushiyah kepada Presiden RI secara terbuka, yakni :
1.      1. Pengukuhan Gusti Prabukusumo yang telah didaulat oleh segenap elemen rakyat sebagai wakil dari Putra/Putri Sultan HB IX menjadi Sesepuh Paguyuban Penegak Paugeran Adat pada Jumat 8 September 2017 di Masjid al-Wustha, Srandakan, Bantul.
2.      2. Berhubung masih adanya sengketa internal kraton dan perlunya musyawarah mufakat internal kraton dalam penentuan Sultan Bertahta pada saat ini, serta demi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah D.I. Yogyakarta maupun keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang membangun ini, maka bersama MUI – DIY memohon agar Bapak Presiden Republik Indonesia menunda pengangkatan dan pelantikan Calon Gubernur DIY 2017-2022 Herjuno Darpito, SH sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022.

Billahit-taufiq wal-hidayah
Yogyakarta, Jumat 15 September 2017

SARASEHAN SAFAR JUMAT MASJID PATHOK NEGARA DAN MASJID KAGUNGAN DALEM KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT



Ahmad Sarwono bin Zahir
Sekjen Sarasehan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.