Header Ads

PPPA Sampaikan Taushiyah untuk Presiden



Solahudin Alwi



KH Abdul Muhaimin melakukan pengukuhan PPPA di Masjid Gedhe Yogyakarta, Jumat (15/09/2017). (solahudin alwi/koranbernas.id)
KORANBERNAS.ID — Paguyuban Penegak Paugeran Adat (PPPA) Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (15/09/2017), menyampaikan taushiyah untuk Presiden RI.
Taushiyah terbuka itu dibacakan pada acara Sarasehan Jumat Bersama Keluarga Keraton dan Tokoh Umat Islam DIY yang berlangsung di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta atau Masjid Gedhe Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Taushiyah yang ditandatangani Akhmad Sarwono selaku Sekjen Sarasehan Safar Jumat Masjid Pathok Negara dan Masjid Kagungan Dalem Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini, berisi dua poin penting.

Pertama, Gusti Prabukusumo telah didaulat oleh segenap elemen rakyat sebagai wakil Putra/Putri Sultan HB IX menjadi Sesepuh Paguyuban Penegak Paugeran Adat pada 8 September 2017 di Masjid Al Wustha Srandakan Bantul.

Kedua, berhubung masih adanya sengketa keraton dan perlunya musyawarah mufakat internal keraton dalam penentuan Sultan Bertahta saat ini, serta demi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DIY maupun keutuhan bangsa dan negara Indonesia, maka MUI (Majelis Ulama Indonesia) DIY memohon Presiden RI menunda pengangkatan dan pelantikan calon Gubernur DIY 2017-2022.

Hadir pada acara itu KMT Condro Purnomo mewakili GBPH Prabukusumo, Ketua MUI DIY Drs KH Thoha Abdurrahman serta KH Abdul Muhaimin dari Kotagede.
Seperti diketahui, pasca-keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan uji materi terhadap UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, polemik suksesi di internal Keraton Yogyakarta kembali mencuat. (sol)

Sumber :
 https://www.koranbernas.id/pppa-sampaikan-taushiyah-untuk-presiden/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.