Header Ads

IMAM KENTUT, ABUNAWAS HARUS BAGAIMANA?



Syahdan di negeri yang dikunjungi Abu Nawas terjadi peristiwa unik. Masyarakat sedang berusaha menjalankan shalat berjamaah secara golong-gilig nyawiji antara imam dan makmunya. Tiba-tiba saja terdengar suara keras dan mengagetkan dari  arah imam, “Duuuuut!!” disertai bau tak sedap yang menyengat hidung para makmum yang berada di shaff pertama hingga beberapa shaff belakangnya. “Wah ini imamnya sudah kentut..”, demikian batin para makmum nggrundel. Namun si imam terus saja memimpin shalat.

Sepertinya si imam tidak merasa sudah batal dan tetap asyik memimpin shalat berjamaah. Bahkan si imam memberikan isyarat agar seorang  makmum wanita menggantikan dirinya mengimami shalat berjamaah tersebut.  Sudah tentu  makmum mejadi  semakin gelisah, bagaimana mungkin wanita menjadi imam bagi lelaki. Makmum menjadi was-was apakah terus melanjutkan shalat berjamaah atau membatalkannya.

Adapun 11 makmum lelaki yang berjejer di shaff terdepan  hanya saling menoleh ke kanan dan ke kiri sambil saling memandang satu sama lainnya. Tidak ada seorang di antara makmum shaff  pertama yang berinisiatif maju menjadi imam badal (pengganti) yang sudah kentut itu. Para makmum di shaff pertama merasa “pakewuh” untuk melangkah ke depan menjadi imam badal. Mereka meminta segenap makmum yang berada shaff kedua dan beberapa shaff belakangnya agar berteriak mengingatkan imamnya yang sudah kentut itu agar berhenti memberikan isyarat kepada makmum perempuan yang ditunjuk menjadi imam pengganti.

Dengan demikian makmum bertambah gelisah. Untuk itu, mohon nasihat pembaca budiman kepada Abu Nawas  tentang bagaimana sikap dan langkah yang tepat mengatasi kegelisahan mereka. Apakah sebaiknya : a, makmum wanita tersebut dibiarkan menjadi imam? 
b.  menghentikan isyarat imam yang menginginkan seorang makmum perempuan agar menjadi imam pengganti?
c. mengusahakan salah satu dari 11 makmum lelaki yang ada di shaff pertama berani maju menggantikan imam yang sudah batal tersebut, walaupun dengan menariknya ke belakang?
d. dibiarkan saja, biar mereka terus-menerus dalam kegelisahan?
e. ……….

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.