Header Ads

SULTAN HB X KEMBALI GUNAKAN GELAR SESUAI UU-KEISTIMEWAAN





YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan akan menggunakan gelar sesuai dengan Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU Keistimewaan DIY) terkait dengan proses penetapan Gubernur DIY periode 2017-2022, bukan gelar seperti dalam Sabdaraja pada 30 April 2015.

Kepada wartawan seusai syawalan di Pendopo Kepatihan, Senin (3/7/2017), Sultan menyatakan dalam UU Keistimewaan DIY penggunakan gelar tersebut sudah diatur dengan jelas. "Lha memang bunyinya begitu, ya sudah namanya kan Hamengku Buwono X, ya sudah selesai," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (4) UU No 13/2012 tentang Keistimewaan DIY disebutkan bahwa Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah, selanjutnya disebut Sultan Hamengku Buwono.

Sebelumnya, dalam Sabdaraja April 2015, Sultan mengumumkan perubahan nama menjadi Ngarso Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh, Surya ning Mataram, Senopati ing Ngalaga, Langgenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Tata Panatagama.

Selama ini, dalam urusan resmi Sultan masih menggunakan nama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sementara dalam urusan internal Sultan selalu menggunakan nama Sri Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh. Sultan juga sempat ingin menetapkan perubahan nama ini ke pengadilan, namun belakangan dicabut sebelum dilakukan persidangan oleh pengadilan. 

Saat ditanya perihal nama Bawono Kasepuluh hanya digunakan untuk urusan internal, Sultan menyatakan bahwa gelarnya memang Kasepuluh. "Lho iya, ya gelar saya memang Kasepuluh," tegasnya.

Sumber: Sindonews

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.