Header Ads

SEMANGAT BUDAYA JAWA



Budaya Internasional Mengusir Penjajah Imperialisme – Kolonialisme Asing
 Awal peradaban Jawa diabadikan dalam Serat Paramayoga karya Raden Ngabehi Ranggawarsita, pujangga paling otoritatif dari Mataram Islam Surakarta. Dalam karya itu, secara pseudo-historis diceritakan bahwa tokoh Ajisaka, seorang India berumur panjang dan pernah menjadi murid Kanjeng Nabi Muhammad Saw, diperintahkan oleh Sultan Algabah dari Ngerum, sebutan untuk Turki Utsmani pada masa itu agar membina penduduk di Pulau Jawa. Ekspedisi pertama gagal. Ekspedisi ke-2 didampingi patih Amir Syamsu berhasil menancapkan tonggak Islam di Jawa. Dan ekspedisi ke-3 Ajisaka didampingi Said Jamhur Muharram baru berhasil membangun budaya Jawa, lisanan Jawiyan di Jawa.
Kitab sejenis yang menguatkan peran Turki dalam membentuk budaya maupun peradaban Jawa adalah  Serat Jangka Jayabaya “Musarar”, Serat Jangka Jayabaya Syekh Subakir, Serat Pranitiwakya yang tidak diketahui pengarangnya dan Serat Wedda-Musyawarat. Pada bagian akhir cerita dari kitab-kitab tersebut berisi pesan kepada masyarakat Jawa agar berhati-hati akan kedatangan orang-orang Prenggi yang ingin menjajah. Mereka akan berkuasa sementara, namun mereka akan terusir dari Nusantara. Raden Kusumatanaya, seorang bangsawan dan budayawan Surakarta, menafsirkan bahwa istilah Prenggi itu maksudnya adalah bangsa Portugis dan Spanyol yang bukan Muslim.
Tentang budaya Jawa sebagai  bentuk syiar Islam yang lisanan Jawiyan dan anti penjajahan, anti kedzaliman, anti kesombongan dituturkan dalam pidato sambutan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam KUII VI di Jogjakarta, “Bapak Wakil Presiden serta hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Pada tahun 1903, saat diselenggarakan Kongres Khilafah di Jakarta oleh Jam’iyatul-Khair yang berdiri 1903, Sultan Turki mengirim Muhammad Amin Bey menetapkan fatwa  HARAM hukumnya bagi Muslim tunduk kepada penguasa Belanda.”
(Sumber : Buku Merajut Mataram untuk Indonesia, Shalahuddiningrat Media, 2017, Hlm. 9,10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.