Header Ads

WARGA JOGJA PASANG SPANDUK TOLAK SABDARAJA

Spanduk penolakan sabda raja terpampang di Gapura Alun-alun Lor depan Pagelaran Keraton Yogyakarta. (sindonews.com)

YOGYAKARTA - Ratusan spanduk menentang sabda raja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di sejumlah titik lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Spanduk itu bertuliskan, "Kembalikan Paugeran, Jogja Tetap Istimewa".

Spanduk berukuran 1 x 4 meter ini sebagai bentuk protes atas sabda raja dan dawuh raja dibacakan Sri Sultan HB X masing-masing pada Kamis (30/4/2015) dan Selasa (5/5/2015). Sekitar 200-an spanduk dipasang tidak hanya di Kota Yogyakarta, tapi juga di Sleman, dan Bantul.

Salah seorang pemasang spanduk, Muhammad Muslih, (40), warga Kauman Kecamatan Kraton Yogyakarta mengungkapkan, spanduk sengaja dipasang di tempat-tempat strategis, salah satunya di gapura Alun-alun Lor, depan Pagelaran Keraton Yogyakarta. "Ada 200-an spanduk dipasang di titik strategis," kata Muslih saat ditemui di Alun-alun Lor, Jumat (8/5/2015).

Dia menegaskan, pemasangan spanduk itu bukan hanya atas inisiatif warga Kauman, melainkan warga Yogyakarta yang tidak setuju dengan keputusan Sultan HB X menghapus gelar Khalifatulloh pada raja Keraton Yogyakarta. "Pemasangan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren," jelasnya.

Muslih menyatakan, sebagai warga Yogyakarta mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di internal keraton. "Kami sebagai warga Yogyakarta prihatin dengan kondisi di keraton. Kami ingin elingke (mengingatkan) Sultan," kata Muslih.

Seperti diketahui, Sultan HB X mengeluarkan sabdaraja antara lain berisi mengganti Buwono menjadi Bawono, mengganti sadasa menjadi sepuluh, mengganti khalifatullah sayiddin menjadi langgening bawano langgeng. (sindonews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.